When we sleep on the floor.

Kebersamaan memang tidak akan tergantikan. Apalagi ketika kita bersama teman – teman sekelas. Kita saling bercanda, saling gokil-gokilan, foto-fotoan, bahkan saling ejek. Kita sebagai makhluk sosial memang dituntut saling membutuhkan. Kelas adalah sebuah keluarga kecil yang hanya bertahan selama 1 tahun. Kita lewatkan hari hari bersama teman sekelas. Teman bisa jadi sahabat dan musuh. Kita harus pandai memilih teman. Memang, kita harus berteman dengan siapa saja. Tetapi jangan sampai mengikuti perilaku teman yang jelek. Biasanya, kita suka “geng gengan”. Tiap mau ke kantin, pasti “ngaburuyuk / berbarengan”. Memang usia remaja sukanya bersama-sama kalau kemana-mana. Bahkan mau ke Wc aja minta dianterin.
When we win the football match…..

Ga mau kalau sendirian. Saya sering lihat tuh cewek… Jujur saja ga tau kenapa ? Mungkin kita saling membutuhkan. Menyindir geng yang ada di Indonesia, kata geng atau genk atau gank atau gang (yang pasti bukan ini) diidentikkan dengan kekerasan. Tapi di sekolah saya, genk itu adalah masing-masing kelas. Misalanya, kelas saya bernama Pilsafat (Pilihan Intelek Sepuluh Empat), ada juga Obama, Saud, Xvanza, dll. Rasa kebersamaan itu pun melahirkan nama-nama yang aneh tapi nyata. Untungnya, di sekolah kami tidak ada genk yang mencemarkan nama baik sekolah.
Together
Always together
So, selalu bersama-sama teman sih boleh. Asal utamakan selalu keluarga kita….